Mengapa Klub Taat Suami ?

“Pukul 3 pagi. Sampai juga akhirnya aku di rumah. Disambut ‘bidadari’ku yang masih mengantuk dan sepasang buah hati yang masih terlelap. Inilah ‘syurgaku’. Tapi tidak jarang juga pemandangan ini terjadi. Jalan Rumah tangga yang diharap halus, menjadi Jalan ‘berbatu’, penuh berduri yang mengecewakan, sementara jalan-jalan lain yang menyimpang, begitu gemerlap dan memukau.”

Inilah kisah nyata di zaman yang dikatakan sains dan teknologi yang tiada tandingan, alam maya, alam cyber yang mencengkam kita. Isteri tidak khianat, selalu setia tapi sangat tidak kreatif untuk memuaskan hati suami. Suami pulang bukan disambut dengan senyuman manis, menggoda, seksi, dan bau wangi yang membangkit birahi, tapi dengan tai mata dan air liur basi. Inilah kenyataan di tengah masyarakat.

Apalagilah masalah isteri yang tidak taat, tidak menghiburkan, dan tidak berkhidmat pada suami, telah menjadi sumber utama kerusakan masyarakat.

Kita sudah menghabiskan waktu, tenaga, uang dan perhatian untuk mengatasi masalah kekerasan pada wanita, perkosaan, pelacuran, perdagangan wanita dan lain-lain penindasan tehadap wanita. Berbagai cara telah digunakan dan diperjuangkan seperti perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM), gerakan woman’s Lib, penerapan undang-undang  dan lain-lain. Namun nampaknya sia-sia saja. Pelacuran tetap tinggi bahkan menjadi satu jenis perdagangan, baik itu pelacuran terang-terangan atau kegiatan yang mendorong ke arah itu seperti klub malam, klub striptease dan sebagainya.

Bukan saja wanita jadi korban, kaum lelaki pun sama saja. Suami mencari pelacur, tapi bukan sedikit juga wanita mencari gigolo. Institusi rumahtangga yang diharapkan menjadi syurga sebelum syurga, ‘rumahku syurgaku’ hanya satu slogan saja. Mana ada lelaki dan wanita sesetia Romeo dan Juliet di zaman ini? Mana ada pasangan sebahagia Sayidina Ali dan Siti Fatimah? Yang ada hanyalah pasangan-pasangan menderita yang saling tidak puas hati satu sama lain. Isteri tidak taat dan suami tidak bertanggungjawab. Isteri yang diharapkan menjadi bidadari telah menjadi ‘queen control’ yang menyakitkan hati. Suami jadi kusut masai, pikiran kacau, jiwa terganggu.

Bayangkanlah kalau suami yang kusut itu adalah seorang kepala negara, kepala tentara, atau pembuat keputusan-keputusan penting dalam Negara. Tak kacaukah satu  negara??! Secara tidak langsung namun pasti, isteri yang tidak taat menjadi penyebab huru-hara di dunia hari ini.

Apakah penyelesaiannya??! Betulkan para isteri !!! Kembalikan mereka pada peranannya, yaitu sebagai kekasih suami yang senantiasa bersedia berkhidmat memberi ketaatan, khidmat dan hiburan kepada suami.

Suami yang gembira, ceria, bahagia karena sudah ‘kenyang’ dengan taat, khidmat dan hiburan dari isterinya, maka dia tidak akan ganas pada isterinya, tidak berlakulah penganiayaan wanita. Dia tidak akan ‘cari makan’ di luar rumah, maka tidak berlakulah pelacuran. Dia menjadi lelaki yang bertanggungjwab dalam semua urusan.

Atas cita-cita inilah, maka kami wanita-wanita Global Ikhwan mendirikan KLUB TAAT SUAMI (KTS).

Leave a comment

Filed under Taat Suami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s